Zuhudnya Sayyidah Fatimah Putri Rasulullah SAW
Rasulullah saw pernah bersabda kepada Sayyidah Fatimah as, "Putriku!
Ayahmu dan suamimu bukanlah orang yang miskin. Allah SWT telah
memberikan kepadaku semua tanah yang mengandung emas dan perak, tetapi
aku memilih sesuatu yang abadi di sisi Allah swt. Putriku! Aku berkata
seperti ini supaya kamu tahu bahwa ayahmu mengetahui hakekat dunia.
Ketahuilah bahwa kamu juga akan berpaling dari dunia".
sampaikan walau satu ayat
Total Tayangan Halaman
Jumat, 11 November 2011
kata orang > siapa cepat dia dapat.....
tapi buatku > siapa bersabar dia lah pemenang.....
tapi buatku > siapa bersabar dia lah pemenang.....
diriku tanpamu,ibarat pagi tanpa mentari........
Semakin benar cinta ketika semkin lama rindu terpendam.......
Sudah diam pengagum malam,saatnya menyibak mentari tuk redakan hujan kemarin......
setitik cahaya bisa temukan ruang terang.dan setitikan harapan bisa wujudkan knyataan.........
Terkelilingi tapi tak ada yang singgah di hati.....hanya di jadikan tempat pelarian diri
Minggu, 06 November 2011
Pudarnya Pesona Cleopatra
Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalan kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.” Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu” kata ibu.
“Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu” , ucap beliau dengan nada mengiba.
Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.
Kamis, 03 November 2011
Baca dan renungkan
Baca dan Renungkan
Aku tidak tahu dimana berada. Meski sekian banyak manusia berada disekelilingku, namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan. Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia dikumpulkan. Mungkinkah, ah aku tidak mau mengira-ngira.
Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala seseorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya mendekati dan menjawab pertanyaan hatiku. “Inilah yang disebut Padang Mahsyar,” suaranya begitu menggetarkan jiwaku. “Bagaimana ia bisa tahu pertanyaanku,” batinku. Aku menggigil, tubuhku terasa lemas, mataku tegang mencari perlindungan dari seseorang yang kukenal.
Rabu, 02 November 2011
Calon Buat Ajeng
Penulis : Asma Nadia
**
Calon Suami????!!!!!
Pfui, kuhembuskan nafasku kuat-kuat. Bosan aku. Lagi-lagi calon suami yang dibicarakan. Bayangin, sudah dua bulan ini tidak ada topik yang lebih trend di rumah, selain soal suami.
Mulai dari Papi yang selalu nyindir, sudah pengen menimang cucu. Mami yang berulang-ulang menasihatiku agar jangan terlalu pilih-pilih tebu. Lalu Bambang, adikku, yang kuharap bisa menetralisir suasana, tak urung ikut menggoda. Bahkan si kembar Rani-Rano, yang masih es em pe pun, ikut-ikutan menceramahiku.
”Mbak Ajeng kan udah jadi insinyur, udah waktunya dong, mikirin berkeluarga. Lagian, Rani sama Rano kan udah pengen dipanggil ’Tante dan Oom’. Tika aja yang baru kelas enam, keponakannya udah empat!”
Langganan:
Postingan (Atom)


